
Telukjatidawang.id – Dusun Dedawang, Desa Telukjatidawang, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, mayoritas warganya berprofesi nelayan. Tak heran jika dusun Dedawang menjadi sentra ikan pindang di Pulau Bawean.
Ikan pindang juga menjadi salah satu potensi UMKM bagi warga Dedawang, dan mempunyak ciri khas dengan sebutan Bawean.
Ciri khas yang berbeda dari pada pindang pada umumnya, ikan pindang Bawean semua dikerjakan secara manaul, mulai dari teknik pembuatan hingga pembakaran.
Kades Telukjatidawang Fahrur Rozi mengatakan, usaha ikan pindang ini sudah dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat setempat ketikamusim ikan, Yakni mulai dari bulan Juni sampai Desember akhir tahun. Artinya pada bulan tersebut sudah masuk musim ikan pindang.
“Semuanya menggunakan alat tradisional. Mulai dari tempat pemindangan kendil ikan pindang, hingga proses pembakaran pindang menggunakan kayu bakar,”ucap Kades
Kades Fahrurrozi menambahkan, ada sekitar 40 pelaku UMKM ikan pindang di dusun Dedawang. Semuanya aktif dan selalu laris dijual ke daratan Pulau Jawa. Bahkan, usaha ini juga menyerap lapangan pekerjaan warga setempat dan luar warga Desa Telukjatidawang.
“Ada beberapa pekerja pindang yang dari desa Kecamatan Sangkapura juga ”pungkasnya.